I. DEFINISI SISTEM
LUDWIG VON BARTALANFY.
Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu
antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
ANATOL RAPOROT.
Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu
sama lain.
L. ACKOF.
Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri
dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.
Syarat -syarat sistem :
1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.
2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih
penting drpd elemen sistem.
5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.
Secara garis besar, sistem dapat dibagi 2 :
a. SISTEM FISIK ( PHYSICAL SYSTEM ):
Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama
lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya.
Contoh :
- Sistem transportasi, elemen : petugas, mesin, organisasi yang
menjalankan transportasi .
- Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bersama-sama untuk
menjalankan pengolahan data.
b. SISTEM ABSTRAK ( ABSTRACT SYSTEM):
Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan
tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemenelemennya.
Contoh : Sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.
Perancangan Sistem Informasi Hal. 2
II. MODEL UMUM SISTEM.
Model sistem sederhana.
input proses output
Contoh :
- Program perhitungan basic kita masukkan, setelah dijalankan kita dapatkan
hasilnya.
- Data mahasiswa (nama, nilai) diproses menjadi daftar nilai semester (berupa
laporan).
Sistem dengan banyak input dan output.
Input1 Output 1
Input2 PROSES Output 2
…. ……..
Input n Output n
Contoh : Matriks → masukannya banyak, keluarannyapun banyak.
• KARAKTERISTIK SISTEM,
a. Organisasi.
b. Interaksi.
c. Interdependensi.
d. Integrasi.
e. Tujuan pokok.
a. Organisasi
Mencakup struktur dan fungsi organisasi.
Contoh : - struktur
DIRUT
MRKT PROD ADM SUB SISTEM
BAG.SUBSISTEM
Perancangan Sistem Informasi Hal. 3
- Fungsi
Organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya fungsi dari setiap bagian maupun
sub bagian.
Contoh :
- Fungsi direktur utama.
bertanggung jawab penuh terhadap mati atau hidupnya perusahaan yang
dipimpinnya.
- Fungsi departemen marketing.
bertanggung jawab penuh atas kelancaran pembuatan produk dengan jalan
mencari langganan pembeli.
- Fungsi departemen keuangan dan administrasi.
bertanggung jawab atas kelancaran pengeluaran keuangan perusahaan.
b. Interaksi.
Saling keterhubungan antara bagian yang satu dengan lainnya.
Contoh :
SA dengan bagian P dengan bagian DE dan sebaliknya.
SA : Sistem Analis, P :Programmer, DE : Data entry.
c. Interdependensi.
Bagian yang satu mempunyai ketergantungan dengan bagian yang lainnya.
Contoh :
Bagian marketing saling bergantung dengan bagian produksi dan bagian
keuangan dan administrasi dalam hal penagihan pada customer.
d. Integritas.
Suatu keterpaduan antara subsistem-subsistem untuk mencapai tujuan.
Contoh :
Bagian marketing mendapat pesanan 100 buah mobil tapi hanya mampu
menyediakan 50 unit. Untuk menangani masalah ini diadakan kerjasama dengan
perusahaan lain yang bergerak dalam bidang yang sama.
e. Main objection ( tujuan utama ).
Pemusatan tujuan yang sama dari masing-masing subsistem.
Contoh : suatu perusahaan memerlukan pemusatan tujuan.
Perancangan Sistem Informasi Hal. 4
• KLASIFIKASI SISTEM.
A. DETERMINISTIK SISTEM.
Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat
ditentukan/ diketahui dengan pasti.
Contoh :
- Program komputer, melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian
instruksinya.
- Sistem penggajian.
B. PROBABILISTIK SISTEM.
Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang
dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (Selalu ada sedikit
kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem).
Contoh :
- Sistem penilaian ujian
- Sistem pemasaran.
C. OPEN SISTEM.
Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan
lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan
eksistensinya.
Contoh :
- Sistem keorganisasian memiliki kemampuan adaptasi. (Bisnis dalam
menghadapi persaingan dari pasar yang berubah. Perusahaan yang tidak
dapat menyesuaikan diri akan tersingkir)
D. CLOSED SISTEM.
Sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi,
energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut.
Contoh : - reaksi kimia dalam tabung berisolasi dan tertutup.
E. RELATIVELY CLOSED SISTEM.
Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima
pengaruh-pengaruh lain.
Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah
didefinisikan dalam batas-batas tertentu .
Contoh :
Sistem komputer. (Sistem ini hanya menerima masukan yang telah
ditentukan sebelumnya, mengolahnya dan memberikan keluaran yang juga
telah ditentukan sebelumnya. tidak terpengaruh oleh gejolak di luar sistem).
Perancangan Sistem Informasi Hal. 5
F. ARTIFICIAL SISTEM.
Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan
kejadian di alam di mana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata
lain tiruan yang ada di alam.
Contoh :
- Sistem AI, yaitu program komputer yang mampu membuat komputer
seolah-olah berpikir.
- Sistem robotika.
- Jaringan neutral network.
G. NATURAL SISTEM.
Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam.
Contoh : - laut, pantai, atmosfer, tata surya dll.
H. MANNED SISTEM.
Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikut sertaan manusia. Sistem
ini dapat digambarkan dalam cara-cara sebagai berikut :
H.1. Sistem manusia-manusia.
Sistem yang menitik beratkan hubungan antar manusia.
H.2. Sistem manusia-mesin.
Sistem yang mengikutsertakan mesin untuk suatu tujuan.
H.3. Sistem mesin-mesin.
Sistem yang otomatis di mana manusia mempunyai tugas untuk
memulai dan mengakhiri sistem, sementara itu manusia dilibatkan juga
untuk memonitor sistem.
Mesin berinteraksi dengan mesin untuk melakukan beberapa aktifitas.
Pengotomatisan ini menjadikan bertambah pentingnya konsep
organisasi, dimana manusia dibebaskan dari tugas-tugas rutin atau
tugas-tugas fisik yang berat.
Perancang sistem lebih banyak menggunakan metode " Relatively Closed dan
Deterministik Sistem ", karena sistem ini dalam pengerjaannya lebih mudah
meramalkan hasil yang akan diperoleh dan lebih mudah diatur dan diawasi.
Contoh :
Pada bidang sistem informasi, faktor komputer dan program komputer
biasanya " Relatively Closed dan Deterministik ", tetapi faktor manusia
sebagai pengelolanya adalah " Open dan Probabilistik Sistem ".
• METODE SISTEM.
A. BLACKBOX APPROACH.
Suatu sistem dimana input dan outputnya dapat didefinisikan tetapi prosesnya
tidak diketahui atau tidak terdefinisi.
Perancangan Sistem Informasi Hal. 6
Metode ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalam ( yang menangani )
sedangkan pihak luar hanya mengetahui masukan dan hasilnya. Sistem ini
terdapat pada subsistem tingkat terendah.
Contoh : - bagian pencetakan uang, proses pencernaan.
masukan yang
sudah terdefinisi
pengolah yang tidak
terdefinisi
keluaran yang
sudah terdefinisi
B. ANALITYC SISTEM.
Suatu metode yang mencoba untuk melihat hubungan seluruh masalah untuk
menyelidiki kesistematisan tujuan dari sistem yang tidak efektif dan evaluasi
pilihan dalam bentuk ketidak efektifan dan biaya.
Dalam metode ini beberapa langkah diberikan seperti di bawah ini :
a. menentukan identitas dari sistem.
- sistem apa yang diterapkan.
- batasannya.
- apa yang dilaksanakan sistem tersebut.
b. menentukan tujuan dari sistem.
- output yang dihasilkan dari isi sistem.
- fungsi dan tujuan yang diminta untuk mencoba menanggulangi
lingkungan.
c. - bagian-bagian apa saja yg terdapat dalam sistem dan apa tujuan dari
masing-masing bagian tersebut.
- tujuan masing-masing bagian sistem harus jelas.
- cara apa yang digunakan subsistem untuk berhubungan dengan subsistem
lain.
d. bagaimana bagian-bagian yang ada dalam sistem itu saling berhubungan
menjadi satu kesatuan.
II. ANALISIS SISTEM
Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai :
Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagianbagian
komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan
mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan,
hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang
diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.
Perancangan Sistem Informasi Hal. 7
Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena
kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap
selanjutnya.
Langkah-langkah di Analisis Sistem :
Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan langkahlangkah
yang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan
dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya pada analisis sistem
ruang lingkup tugasnya lebih terinci.
Didalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang
harus dilakukan oleh Analis Sistem Yaitu sbb:
1. Identify, Yaitu mengidentifikasikan masalah
- Mengindentifikasikan penyebab masalah
- Mengidentifikasikan titik keputusan
- Mengidentifikasikan personil-personil kunci
2. Understand, Yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
- Menentukan jenis penelitian
- Merencanakan jadual penelitian
- Mengatur jadual wawancara
- Mengatur jadual observasi
- Mengatur jadual pengambilan sampel
- Membuat penugasan penelitian
- Membuat agenda wawancara
- Mengumpulkan hasil penelitian
3. Analyze, Yaitu Menganalis Sistem
- Menganalisis kelemahan Sistem
- Menganalisis kebutuhan Informasi pemakai / manajemen
4. Report, Yaitu membuat laporan hasil analisis
Tujuan :
- Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan
- Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan
dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
- Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen
- Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan
selanjutnya .
III. PERANCANGAN SISTEM
Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analis sistem telah
mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya
Perancangan Sistem Informasi Hal. 8
sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem
tersebut. Tahap ini disebut dengan perancangan sistem .
Perancangan Sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :
1. Perancangan sistem sec.umum/perancangan konseptual, perancangan
logikal/perancangan sec.makro
2. Perancangan sistem terinci / perancangan sistem secara phisik.
Perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut ini :
1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi
4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
5. Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau
pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesalahan yang
utuh dan berfungsi
6.Termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen
perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem
Tahap perancangan sistem mempunyai 2 tujuan utama yaitu :
1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap
kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
Perancangan sistem secara umum
Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan
gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain sistem
secara umum merupakan persiapan dari desain secara terinci. Desain secara
umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistim informasi yang akan
didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram komputer
dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. Tahap desain
sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan
dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.
Pada tahap desain secara umum, komponen-komponen sistem informasi
dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasi kepada user bukan untuk
pemrogram. Komponen sistem informasi yang didesain adalah model, output,
input, database, teknologi dan kontrol.
Tampilkan postingan dengan label perancangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perancangan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 Januari 2010
Perancangan Sistem Informasi Administrasi Keuangan pada CV Wahidah Engineering Consultan Makassar
abstraks:
Judul skripsi ini adalah “ Perancangan Sistem Informasi Administrasi Keuangan pada CV Wahidah Engineering Consultan Makassar “.
Perkembangan tehnologi dan informatika yang pesat mendorong masyarakat baik kelompok maupun perorangan dan instansi baik pemerintah maupun swasta untuk memanfaatkan pekembangan teknologi dan informatika tersebut. CV Wahidah bergerak pada bidang penyediaan consultan proyek yang dari hasil pengamatan penulis penyusunan informasi administrasi keuangannya masih menggunakan sistem manual yaitu Microsoft Excel. Hal ini menyebabkan masalah seperti kurang akuratnya pencatatan data administrasi keuangan.
Dari permasalahan di atas, maka dirasakan kebutuhan dan dukungan sistem inormasi sangat diperlukan, yakni sistem informasi yang tepat guna, akurat, relevan di dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
Sehubungan dengan hal itu maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang sistem informasi berbasis Visual sehingga dapat meningkatkan efisiensi kemudahan, kecepatan dan ketepatan data.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan tehnologi dan informatika yang pesat mendorong masyarakat baik kelompok maupun perorangan dan instansi baik pemerintah maupun swasta untuk memanfaatkan pekembangan teknologi dan informatika tersebut, terlebih lagi diera globalisasi seperti sekarang ini dimana komputer sudah menjadi kebutuhan pokok dalam setiap kegiatan/pekerjaan. Oleh karena itu, informasi menjadi bagian yang sangat penting apalagi untuk mendukung proses kerja administrasi dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dari birokrasi didalam menghadapi perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dengan cepat.
Selain manajemen perusahaan yang bagus, administrasi keuangan juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan kemajuan suatu perusahaan. Meskipun sampai saat ini administrasi keuangan mempunyai peranan yang penting tetapi ironisnya masih banyak kantor (pemerintah maupun swasta) yang tidak melakukan penataan/pengaturan keuangan dengan baik, seperti pada CV WahidahEngineering Consultant yang bagian administrasi keuangannya masih menggunakan sistem manual. Sistem yang berjalan masih menggunakan aplikasi Microsoft Office yaitu Microsoft Excel sebagai sarana pengetikan dalam proses penginputan, penambahan, pencarian dan penghapusan data bahkan masih terdapat data keuangan yang masih ditulis dalam buku, sehingga data dan informasi yang dihasilkan kurang efektif dan efisien selain itu data yang di input masih kurang terintegrasi dengan baik dan dalam pembuatan laporan keuangan masih lambat karena data yang diinput harus satu per satu dan dalam bentuk format yang berbeda –beda.
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka akan dibahas lebih lanjut dalam satu pokok pembahasan dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Administrasi Keuangan Pada CV WahidahEngineering Consultant Makassar”.
1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.2.1 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Merancang suatu program komputerisasi yang diharapkan mampu memberikan solusi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengolahan data khususnya dalam pengolahan data Administrasi keuangan.
1.2.2 Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Manfaat terhadap dunia akademik :
Sebagai bahan rujukan atau bahan studi bagi peneliti lain di bidang yang sama.
2. Manfaat terhadap instansi :
Diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi administrasi keuangan pada CV Wahidah Engineering Consultant Makassar.
3. Manfaat Bagi Penulis :
Menambah wawasan penulis dan dapat menyesuaikan teori yang didapatkan dengan realita yang di lapangan.
1.3 Pokok Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang telah di gambarkan di atas, maka penulis menetapkan pokok permasalahan yaitu : apakah dengan diterapkannya rancangan sistem informasi administrasi keuangan pada CV WahidahEngineering Consultant Makassar, proses pengolahan data administrasi keuangan sudah terintegrasi dengan baik dan informasi administrasi keuangan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.
1.4 Batasan Masalah
Agar pembahasan menjadi lebih terarah pada pokok permasalahan maka penulis membatasi masalah yaitu pengolahan data administrasi keuangan yaitu meliputi entry data kontrak, keuangan dan pengeluaran kas, pada CV Wahidah Engineering Consultant Makassar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kerangka Pikir
Untuk lebih memperjelas kerangka pikir yang akan disajikan maka digambarkan dalam bentuk diagram sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kerangka pikir
2.2 Pengertian Sistem, Informasi dan Sistem Informasi
Merancang suatu sistem, harus terlebih dahulu di mengerti mengenai arti dari sistem itu sendiri. Ada dua kelompok dalam mendefenisikan sistem yaitu pertama yang menekankan pada prosedurnya dan kedua yang menekankan pada komponen atau elemennya.
Menurut Jerry FitzGerald, Ardra F. FitzGerald, Warren D. Stallings, Jr., mendefenisikan sistem dengan menekankan pada prosedur yaitu: “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.” (Jogiyanto H.M., 1993:1). Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponen, menurut H. Kerzner, mendefinisikan sistem sebagai berikut: “Sistem adalah sekelompok komponen yang terdiri manusia dan atau bukan manusia (nonhuman) yang diorginisir dan diatur sedemikian rupa sehingga komponen – komponen tersebut dapat bertindak sebagai satu kesatuan dalam mencapai tujuan, sasaran bersama/hasil akhir.”
Dari kedua definisi di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa: Sistem adalah kumpulan bagian-bagian yang saling berinteraksi dan berhubungan baik prosedur maupun komponen dalam satu kesatuan yang saling bekerja sama di dalam mencapai suatu sasaran atau tujuan, artinya merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan.
Menurut Jogiyanto H.M (1993:15) yang dikutip dari Robert. I Verzella/John Reuter III informasi adalah kumpulan data yang relevan dan mempunyai arti yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan. Sedangkan berdasarkan kutipan dari Barry E. Cushing informasi menunjukkan hasil dari pengolahan data yang diorganisasikan dan berguna pada orang yang menerimanya.
Sistem informasi didefinisikan oleh Henry C. Lucas yang dikutip oleh Jogiyanto H.M (1993 : 18) sebagai berikut suatu sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedure-prosedure yang diorganisasikan, bila mana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi.
2.3 Perancangan Sistem
Menurut Burch, dikutip oleh Jogiyanto H.M (1993:20) memaparkan ”Perancangan sistem sebagai penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa/pengaturan atas beberapa elemen yang terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi”
Sedangkan menurut Scott, dikutip oleh Jogiyanto H.M (1993:23) memberikan definisi bahwa “Rancangan sistem adalah kegiatan untuk menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, tahap ini menyangkut mengkonfigurasikan komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras suatu sistem sehingga setelah instalasi atas sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem.
Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analisis telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut, tahap ini disebut dengan desain sistem (System Design) yaitu merancang sistem keluaran, masukan, pemrosesan, pengendalian, database dan platform teknologi. Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu desain sistem secara umum dan dan desain sistem secara terinci. Dalam Perancangan sistem ini kami menggunakan alat alat perancangan sistem yaitu : DAD/DFD, kamus data, rancangan input dan rancangan output
1. Diagram arus data ini digunakan untuk menggambarkan sistem yang peneliti usulkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik data mengalir dan lingkungan fisik data disimpan.
Tabel dibawah ini meupakan simbol-simbol yang digunakan pada diagram arus data:
Tabel 2.1 Simbol Diagram Arus Data
No. Simbol Penjelasan
01
Kesatuan luar adalah lingkungan luar sistem yang berupa orang memberikan input ataupun menerima output dari sistem.
02
Arus data adalah aliran data yang mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar.
03
Proses adalah kerja atau kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
04
Simpanan Data adalah merupakan simpanan data yang berupa file atau basis data.
2. Menurut Jogiyanto (1993:525) pengertian Kamus Data (KD) atau data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi, dengan kamus data, analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir pada sistem dengan lengkap.
3. Rancangan Input
Rancangan alat input terdiri atas dua golongan, yaitu : alat input langsung dan alat input tidak langsung. Alat input langsung merupakan alat input yang langsung dihubungkan dengan CPU, sedangkan alat input tidak langsung adalah alat input yang tidak langsung dihubungkan dengan CPU.
4. Output merupakan produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output ini dapat berupa hasil yang dikeluarkan di media keras (misalnya kertas, microfilm, dan lain-lain) dan output yang berupa hasil di media lunak (tampilan di layar), disamping itu output dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain dan tersimpan di suatu media seperti tape atau disk.
2.3.1 Analisis Sistem
Menurut Jogiyanto H.M. (1993:129), mendefenisikan analisis sistem adalah “Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya”.
Analisis sistem juga dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang untuk ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya
Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelumnya tahap desain sistem. Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting karena kesalahan dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan ditahap selanjutnya.
Dalam tahap analisis terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analisis sistem sebagai berikut :
1. Mengidenfikasi masalah
Suatu permasalahan perlu diidentifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui masalah-masalah apa yang ditemukan dan bagaimana cara mencari solusinya.
2. Memahami kerja dari sistem yang ada
Dengan melakukan penelitian terhadap objek yang akan diteliti mengenai sistem yang beropersi.
3. Menganalisis sistem
Bagaimana menganalisis pemasalahan-permasalahan terhadap sistem yang telah ada sebelumnya.
4. Laporan analisis
Dengan membuat laporan hasil analisis untuk dipakai sebagai rancangan selanjutnya.
2.4 Konsep Perancangan Database
Merancang database merupakan suatu hal yang sangat penting. Kesulitan utama dalam merancang database adalah bagaimana merancang sehingga database dapat memuaskan keperluan saat ini dan masa datang. Pada perancangan konseptual akan menunjukan entity dan relasinya berdasarkan proses yang diinginkan oleh organisasi. Ketika menentukan entity dan relasinya dibutuhkan analisis data tentang informasi yang ada dalam spesifikasi di masa mendatang. Pada perancangan model konseptual penekanan tinjauan dilakukan pada struktur data dan relasi antar file. Tidaklah perlu dipikirkan tentang terapan dan operasi yang akan dilakukan pada database (Harianto Kristanto, 1993:1).
Pendekatan yang dilakukan pada perancangan model konseptual adalah menggunakan model data relational.
Database adalah kumpulan file yang saling berkaitan. Pada model data relational hubungan antar file direlasikan dengan kunci relasi (relation key), yang merupakan kunci utama dari masing-masing file. Perancangan database yang tepat akan menyebabkan paket program relational akan bekerja secara optimal.
Entity Relationship adalah relasi antara dua file atau dua tabel dapat dikategorikan menjadi tiga macam. Demikian pula untuk membantu gambaran relasi secara lengkap terdapat juga tiga macam relasi dalam hubungan atribute dalam satu file.
2.5 Pengujian Sistem
Pengujian sistem dimaksudkan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada saat sistem diterapkan. Oleh karena itu, sebelum suatu program aplikasi diterapkan, maka program harus bebas terlebih dahulu dari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.
Untuk menguji program komputerisasi sistem informasi administrasi keuangan pada CV Wahidah Engineering Consultant Makassar., maka penulis menggunakan metode White Box yang merupakan metode perancangan Test Case yang menggunakan struktur kontrol dari perancangan prosedural dengan tujuan :
1. Untuk menjamin seluruh Independent Path di dalam modul yang dikerjakan yang lebih kecil.
2. Mengerjakan seluruh keputusan logika.
3. Mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya.
4. Mengerjakan seluruh struktur data enternal yang menjamin validitas.
Sedangkan metode pengujian yang digunakan untuk menguji program komputerisasi tersebut adalah metode basis path yang berguna untuk mendapatkan kompleksitas dari rancangan program prosedural. Untuk menghitung tingkat kekomplekan logika program, maka digunakan metode cyclomatic complexity (cc). Cyclomatic complexity (cc) adalah metrik perangkat lunak yang menyediakan ukuran kuantitatif dari kekomplekan logika suatu program.
Kompleksitas Siklomatis (Cylomatic Complexity) dapat dihitung dalam salah satu cara dari tiga cara yang ada sebagai berikut :
1. Jumlah region grafik alir (flowgraph) samadengan kompleksitas siklomatis.
2. Kompleksitas siklomatis, V(G), untuk grafik alir G ditentukan sebagai :
V(G) = E – N + 2, dimana E adalah jumlah edge grafik alir dan N adalah jumlah simpul garfik alir.
3. Kompleksitas siklomatis, V(G), untuk grafik alir G juga ditentukan sebagai :
V(G) = P + 1, dimana P adalah jumlah simpul predikat yang diisikan dalam grafik alir G.
2.6 Definisi Administrasi Keuangan
Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian, MPA, dikutip oleh Martono dan Agus Harjito (1998 : 2) secara ilmu administrasi adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dan memanfaatkan sarana dan prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna.
Administrasi secara sempit adalah berasal dari kata administratie (Belanda), meliputi kegiatan catat mencatat, surat menyurat, pembukuan ringan, ketik mengetik, agenda yang bersifat teknis ketatausahaan.
Administrasi secara luas adalah berasal dari kata administration (inggris), kegiatan dari pada kelompok yang mengadakan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Administrasi secara seni adalah yang dapat mendorong, menggairahkan dalam melaksanakan suatu aktifitas demi pencapaian tujuan. Dalam artian kita merasa enjoy dalam pelaksanaan suatu aktivitas sebagai tanggung jawab.
Menurut Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirjo administrasi adalah suatu bantuan kepada seseorang yang harus menunaikan tugas, jabatan / menjalankan suatu usaha tertentu.
Menurut Drs. A.W. Wijaya administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan kegiatan usaha kerja sama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Jadi administrasi keuangan adalah proses pengelolaan yang melibatkan semua kegiatan yang berhubungan dengan keuangan, pembuatan laporan keuangan dan pencapaian tujuan untuk kepentingan bersama.
2.6.1 Unsur-Unsur Administrasi
Menurut Martono dan Harjito Agus dalam ilmu administrasi terdapat beberapa unsur-unsur yang harus dipenuhi yaitu :
1. Organisasi
2. Manajemen
3. Komunikasi
4. Informasi
5. Personalia
6. Financial
7. Materi
8. Relasi pabrik
2.6.2 Prinsip-Prinsip Administrasi dalam Berorganisasi/Perusahaan
Menurut Martono dan harjito adapun prinsip-prinsip administrasi dalam berorganisasi/perusahaan yaitu sebagai berikut :
1. Adanya pembagian kerja
2. Adanya kewenangan
3. Adanya ketaatan, kesungguhan hati dan kesiagaan untuk menjalankan segala apa yang menjadi peraturan, perintah dalam melakukan organisasi
4. Adanya kesatuan pimpinan (satu komando)
5. Adanya kesatuan gerak, dalam melakukan setiap program kita harus mempunyai satu tujuan
6. Adanya kepentingan pribadi dalam organisasi, lebih mementingkan kepentingan umum
7. Prinsip bahwa personil harus mendapatkan penghargaan yang setimpal dan jasa-jasa yang mereka lakukan kepada organisasi secara adil.
2.7 Mengenal Ms. Visual Foxpro 9.0
Menurut Abduk Razaq Visual Foxpro merupakan salah satu aplikasi pengolah database yang menerapkan manajemen database relasional yang biasa disebut dengan RDBMS (Relational Database Management System) yang berorientasi objek dan memiliki kemampuan untuk membuat database dengan cepat. Program Microsoft Visual Foxpro terbaru ini adalah aplikasi yang dibuat berdasarkan versi Microsoft visual Foxpro sebelumnya. Dengan demikian Anda dapat mengkonversi file database atau Foxpro versi sebelumnya dan juga dapat menjalankan beberapa file dari versi Foxpro sebelumnya dengan mudah dan cepat. Contohnya Anda dapat mengkonversi file project atau komponen yang dibuat di dalam visual Foxpro versi sebelumnya dengan membukanya secara langsung atau mengkompilasi file tersebut di dalam aplikasi Microsoft Visual Foxpro terbaru.
2.7.1 Data, Informasi dan Database
Menurut Abdul Razaq Informasi merupakan data yang mempunyai arti tertentu. Data sendiri mempuyai pengertian sebagai suatu nilai mentah yang tidak mempunyai arti apa-apa, apabila data tersebut berdiri sendiri. Agar data tersebut mempunyai nilai informasi, maka data tersebut harus diolah dan dihubungkan dengan data lain dalam konteks tertentu.
Segala hal yang berhubungan dengan pengolahan data tersebut dikenal dengan databse. Satu database menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dalam suatu lingkup tertentu. Pada Visual Foxpro database tersebut diwujudkan sebagai suatu file. Satu file tersebut terdiri dari satu atau beberapa tabel dan tabel terbentuk atas field (kolom) dan record (baris).
Field terdiri dari beberapa data yang sejenis dan mempunyai nama (field name). Beberapa field yang berisi data tersebut membentuk suatu record dan akan memberikan informasi tertentu. Sedangkan beberapa record akan membentuk suatu file yang berupa tabel dan beberapa tabel ini akan membentuk suatu database. Maka dengan menggunakan Ms. Visual Foxpro data yang diolah dapat menjadi suatu informasi yang berarti bagi suatu perusahaan.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data sebagai dasar penelitian adalah keterangan sebagai bahan untuk kelengkapan data dan informasi meliputi :
1. Penelitian Kepustakaan
Yaitu pengumpulan data dengan cara membaca buku mengenai literatur dan buku lain yang bersifat ilmiah yang berhubungan dengan materi pembahasan.
2. Penelitian Lapangan (Field Research)
Yaitu kegiatan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data secara langsung dari objek penelitian melalui wawancara yaitu menanyakan berbagai informasi mengenai proses administrasi keuangan pada CV Wahidah Engineering Consultant Makassar.
Alat dan Bahan Penelitian
Bahan Penelitian
Adapun bahan yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu :
1 Perangkat lunak Microsoft Visual Foxpro versi 9.0
2. Data Flow Diagram (DFD) untuk menggambarkan tahap-tahap penyelesaian serta digunakan sebagai panduan dalam pembuatan program.
3. White Box digunakan untuk pengujian sistem.
3.2.2 Alat Penelitian
Pada penelitian ini penulis menggunakan Windows Xp Service Pack 1 sebagai sistem operasi. Adapun spesifikasi hardware yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
Spesifikasi PC yang digunakan adalah :
1. Motherboard Asuz P4V8X-X
2. Processor Pentium IV 2.8 GHz
3. Memory DDR 256 Gb
4. Harddisk 40 GByte
5. VGA Card 64 Mb
6. Sound Card Onboard
7. Monitor 15”
8. CD Rom 52 X
9. Floppy 1.44 Mb
10. Power Supply 350 Watt dan Stavolt 220 volt
11. Keyboard
12. Mouse Optical
13. Windows XP
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik yang dilakukan dalam memperoleh data tersebut adalah metode wawancara yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka antara pewawancara dan orang yang diwawancarai dengan menanyakan berbagai informasi berupa data dan proses administrasi keuangan kepada pihak yang terlibat langsung dalam proses tersebut.
3.4 Pertanyaan Peneltian
Adapun pertanyaan yang penulis siapkan dalam penelitian ini yaitu apakah dengan sistem informasi administrasi keuangan pada Cv Wahidah Engineering Consultan Makassar proses pengolahan data administrasi keuangan dapat terintegrasi dengan baik.
BAB IV
PERANCANGAN SISTEM
4.1 Sistem Informasi Yang Sedang Berjalan
4.2 Sistem Informasi Yang Diusulkan
4.3 Desain Model
4.3.1 Diagram Konteks
Diagram konteks adalah diagram yang menampilkan suatu proses yang bertujuan menggambarkan suatu sistem secara garis besar. Diagram tersebut menggambarkan proses yang berhubungan dengan lingkungannya, yang terdiri dari pihak luar atau lingkungan yang memberi input dan ada pihak yang menerima output sistem.
Adapun diagram konteks dari sistem yang diusulkan adalah sebagai berikut :
Diagram Konteks
4.3.2 Diagram Berjenjang
Diagram berjenjang komputerisasi dalam mendukung keputusan terhadap penetapan calon kontraktor (penyedia barang/jasa), dapat digambarkan pada gambar 4.4
Diagram Berjenjang
4.3.3 Diagram Arus Data
4.3.4 Kamus Data
Kamus data atau Data Dictionary (DD) adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dalam suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analis sistem dapat didefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Kamus data dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Pada tahap analisis, kamus data digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem. Pada tahap perancangan sistem, kamus data digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan database.
Adapun kamus data yang kami gunakan dalam perancangan sistem informasi pengolahan data pada CV Wahidah Engineering Consultant Makassar, sebagai berikut :
Tabel 4.1 Data Tenaga ahli
Data Umum Proyek
Nama file
Jenis file
Field kunci
Arus data
Struktur data :
:
:
: Data tenaga ahli
Master file
Kode_k
c – 1.1P – D1, D1 – 3.1P – e
No Field Nama Type Size Description
1 Kode_k varchar 6 Kode karyawan
2 Nama _k varchar 35 Nama karyawan
3 Alamat_k varchar 45 Alamat karyawan
4 Pekerjaan_k varchar 25 Pekerjaan karyawan
5 Keterangan varchar 25 Keterangan karyawan
6 No.telepon_k varchar 15 Nomor telepon karyawan
7 Jekel_k varchar 10 Jenis kelamin karyawan
Tabel 4.2 Data pengguna jasa
Data Umum Proyek
Nama file
Jenis file
Field kunci
Arus data
Struktur data :
:
:
: Data pengguna jasa
Master file
nomor
b – 1.2P – D2, D2 – 3.2P – e
No Field Nama Type Size Description
1 Kode Char 6 Kode pengguna
2 Tanggal Date 8 Tanggal
3 Nomor Char 35 Nomor
4 Nama Chart 25 Nama pengguna jasa
5 Bid_kerja Chart 20 Bidang kerja
6 Alamat Chart 35 Alamat pengguna jasa
7 Ket_ Memo 4 Keterangan
8 Lokasi Chart 50 Lokasi
9 Nkontrak Numeric 12 Nilai kontrak
10 Modal Chart 10 Modal
11 Biaya Chart 10 Biaya
Tabel 4.3 Data Sub kontrak
Data Umum Proyek
Nama file
Jenis file
Field kunci
Arus data
Struktur data :
:
:
: Data sub kontrak
Master file
nomor
b – 2.1P – D4
No Field Nama Type Size Description
1 Kode_s Chart 7 Kode sub kontrak
2 Nama Chart 50 Nama
3 Alamat Chart 50 Alamat
4 Tgl_kontrak Date 8 Tanggal kontrak
5 Nomor Chart 35 Nomor
6 Termin Chart 20 Temin
7 Bayar Numeric 12 Bayar
8 Ntermin Numeric 12 Nilai termin
9 Ppn Numeric 12 Ppn
10 Pph Numeric 12 Pph
11 kode Chart 6 Kode
Tabel 4.4 Data pengeluaran
Data Umum Proyek
Nama file
Jenis file
Field kunci
Arus data
Struktur data :
:
:
: Data pengeluaran
Master file
nomor
b – 2.1P – D6, D6 – 3.4P – e
No Field Nama Type Size Description
1 Tgl_keluar Date 8 Tanggal pengeluaran
2 Kode Chart 6 Kode
3 Deskrip Chart 50 Deskripsi
4 Termin Chart 15 Termin
5 Biaya Numeric 12 Biaya
6 Bayar Numeric 12 Bayar
7 Nsisa Numeric 12 Nilai sisa
8 Tgl_terima Date 8 Tanggal terima
4.3.5 Rancangan Output Secara Umum
Tabel 4.5 Daftar Output Yang Dirancang
No. Nama Output Format
Output Media
Output Keterangan
1
2
3
4
Lap tenaga ahli
Lap pengguna jasa
Lap Sub kontrak
Lap pengeluaran kas
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Kertas
Kertas
Kertas
Kertas
Laporan tenga ahli
Laporan pengguna jasa
Laporan Sub kontrak
Laporan pengeluaran kas
4.3.6 Rancangan Input Secara Umum
Tabel 4.6 Daftar Input Yang Dirancang
No. Nama Input Sumber Input Periode
1
2
3
Input data tenaga ahli
Input data pengguna jasa
Input data penerima jasa Keyboard/ mouse
Keyboard/ mouse
Keyboard/ mouse perproyek
Perproyek
Perproyek
4.3.7 Rancangan Sistem Terperinci
4.3.7.1 Rancangan Output
Laporan Daftar Tenaga Ahli
Laporan Pengguna Jasa
Laporan Sub Kontrak
Laporan Pengeluaran Kas
4.3.7.2 Rancangan Input Secara Terinci
Berikut ini adalah interface rancangan input dari sistem informasi administrasi keuangan pada Cv Wahidah Engineering Consultan Makassar.
1. Form input data tenaga ahli
2. Form input data penerima jasa
3. Form input data pengguna jasa
4. Form data sub kontrak
5. Form data kontrak
6. Form setup ID perusahaan
7. Form laporan tenaga ahli
8. Form laporan pengguna jasa
9. Form laporan sub kontrak
10. Form laporan pengeluaran
4.3.7.2 Rancangan Basis Data Secara Terinci
4.3.7.2.1 Relasi Antar Tabel
4.3.7.2.2 Struktur Tabel
No Field Nama Type Size Description
1 Kode_k varchar 6 Kode karyawan
2 Nama _k varchar 35 Nama karyawan
3 Alamat_k varchar 45 Alamat karyawan
4 Pekerjaan_k varchar 25 Pekerjaan karyawan
5 Keterangan varchar 25 Keterangan karyawan
6 No.telepon_k varchar 15 Nomor telepon karyawan
7 Jekel_k varchar 10 Jenis kelamin karyawan
No Field Nama Type Size Description
1 Kode Char 6 Kode pengguna
2 Tanggal Date 8 Tanggal
3 Nomor Char 35 Nomor
4 Nama Chart 25 Nama pengguna jasa
5 Bid_kerja Chart 20 Bidang kerja
6 Alamat Chart 35 Alamat pengguna jasa
7 Ket_ Memo 4 Keterangan
8 Lokasi Chart 50 Lokasi
9 Nkontrak Numeric 12 Nilai kontrak
10 Modal Chart 10 Modal
11 Biaya Chart 10 Biaya
No Field Nama Type Size Description
1 Kode_s Chart 7 Kode sub kontrak
2 Nama Chart 50 Nama
3 Alamat Chart 50 Alamat
4 Tgl_kontrak Date 8 Tanggal kontrak
5 Nomor Chart 35 Nomor
6 Termin Chart 20 Temin
7 Bayar Numeric 12 Bayar
8 Ntermin Numeric 12 Nilai termin
9 Ppn Numeric 12 Ppn
10 Pph Numeric 12 Pph
11 kode Chart 6 Kode
No Field Nama Type Size Description
1 Tgl_keluar Date 8 Tanggal pengeluaran
2 Kode Chart 6 Kode
3 Deskrip Chart 50 Deskripsi
4 Termin Chart 15 Termin
5 Biaya Numeric 12 Biaya
6 Bayar Numeric 12 Bayar
7 Nsisa Numeric 12 Nilai sisa
8 Tgl_terima Date 8 Tanggal terima
No Field Nama Type Size Description
1 Tgl_terima Date 8 Tanggal pengeluaran
2 Kode Chart 6 Kode
3 Nomor Chart 35 Nomor
4 Termin Chart 15 Termin
5 Bayar Numeric 12 Bayar
6 Ntermin Numeric 12 Nilai termin
7 Nkontrak Numeric 12 Nilai kontrak
8 Biaya Numeri 12 Biaya
9 ket Chart 20 Keterangan
No Field Nama Type Size Description
1 User_ID Chart 15 User ID
2 Username Chart 25 User name
3 Pass Chart 15 Password
4 Hak Chart 1 Hak
BAB V
PENGUJIAN SISTEM
5.1 Hasil Pengujian Sistem
1. Flowgraph login
Keterangan :
Node 1 : mulai
Node 2 : tampil form login
Node 3 : input user, password
Node 4 : Kondisi IF pilihan menu
Node 5 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu =”Y”, ke node 6
Node 6 : aktif menu
Diketahui : N = 6
E = 6
CC = E – N + 2
= 6 – 6 + 2
= 2
Independenth Path = 2, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 6
Kesimpulan :
Karena CC = 2, Region = 2, Independent Path = 2, maka program dinyatakan benar.
2. Flowgraph Menu utama
Keterangan :
Node 1 : Mulai
Node 2 : Tampil pilihan menu
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 9
Node 9 : kondisi IF pilihan menu
Node 10 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 11
Node 11 : kondisi IF pilihan menu
Node 12 : IF pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 13
Node 13 : return
Diketahui : N = 13
E = 17
CC = E – N + 2
= 17 – 13 + 2
= 6
Independenth Path = 6, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 8 – 2
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 10 – 2
Path 5 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11 – 12 – 2
Path 6 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11 – 13
Kesimpulan :
Karena CC = 6, Region = 6, Independent Path = 6, maka program dinyatakan benar.
3. Flowgraph Menu File
Keterangan :
Node 1 : menu file
Node 2 : Tampil pilihan menu file
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 9
Node 9 : kondisi IF pilihan menu
Node 10 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 11
Node 11 : kondisi IF pilihan menu
Node 12 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 13
Node 13 : return
Diketahui : N = 13
E = 17
CC = E – N + 2
= 17 – 13 + 2
= 6
Independenth Path = 6, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 8 – 2
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 10 – 2
Path 5 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11 – 12 – 2
Path 6 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11 – 13
Kesimpulan :
Karena CC= 6, Region= 6, Independent Path= 6, maka program dinyatakan benar.
4. Flowgraph Menu Input
Keterangan :
Node 1 : Menu input
Node 2 : Tampil pilihan menu input
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 9
Node 9 : return
Diketahui : N = 9
E = 11
CC = E – N + 2
= 11 – 9 + 2
= 4
Independenth Path = 4, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 8 – 2
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9
Kesimpulan :
Karena CC = 4, Region = 4, Independent Path = 4, maka program dinyatakan benar.
5. Flowgraph Menu Proses
Keterangan :
Node 1 : Menu proses
Node 2 : Tampil pilihan menu proses
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : return
Diketahui : N = 7
E = 8
CC = E – N + 2
= 8 – 7 + 2
= 3
Independenth Path = 3, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7
Kesimpulan :
Karena CC = 3, Region = 3, Independent Path = 3, maka program dinyatakan benar.
6. Flowgraph Laporan
Keterangan :
Node 1 : menu Laporan
Node 2 : Tampil pilihan menu laporan
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 9
Node 9 : kondisi IF pilihan menu
Node 10 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 11
Node 11 : return
Diketahui : N = 11
E = 14
CC = E – N + 2
= 14 – 11 + 2
= 5
Independenth Path = 5, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 8 – 2
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 10 – 2
Path 5 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11
Kesimpulan :
Karena CC = 5, Region = 5, Independent Path = 5, maka program dinyatakan benar.
7. Flowgraph Utilitas
Keterangan :
Node 1 : Menu utilitas
Node 2 : Tampil pilihan menu utilitas
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 9
Node 9 : return
Diketahui : N = 9
E = 11
CC = E – N + 2
= 11 – 9 + 2
= 4
Independenth Path = 4, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 8 – 2
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9
Kesimpulan :
Karena CC = 4, Region = 4, Independent Path = 4, maka program dinyatakan benar.
8. Flowgraph Data Tenaga Ahli
Keterangan :
Node 1 : data tenaga ahli
Node 2 : tampil form input data tenaga ahli
Node 3 : input kode, nama, alamat, pekerjaan dan no. Tlp
Node 4 : pilih jenis kelamin dan keterangan
Node 5 : kondisi IF pilihan menu, IF pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 6
Node 6 : proses simpan
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu = ”Y”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”T”, ke node 9
Node 9 : IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 10
Node 10 : return
Diketahui : N = 10
E = 12
CC = E – N + 2
= 12 – 10 + 2
= 4
Independenth Path = 4, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 3
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 10
Kesimpulan :
Karena CC = 4, Region = 4, Independent Path = 4, maka program dinyatakan benar.
9. Flowgraph Input Data Pengguna
Keterangan :
Node 1 : data pengguna
Node 2 : tampil form input data pengguna
Node 3 : input kode, nama , lokasi , nilai kontrak
Node 4 : pilih bidang kerja
Node 5 : kondisi IF pilihan menu, IF pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 6
Node 6 : proses simpan
Node 7 : IF kondisi pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu = ”Y”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”T”, ke node 9
Node 9 : IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 9
Node 10 : return
Diketahui : N = 10
E = 12
CC = E – N + 2
= 12 – 10 + 2
= 4
Independenth Path = 4, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 3
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 10
Kesimpulan :
Karena CC = 4, Region = 4, Independent Path = 4, maka program dinyatakan benar.
10. Flowgraph Input Data Penerima
Keterangan :
Node 1 : data penerima
Node 2 : tampil form input data penerima
Node 3 : input kode proyek, nama, ntermin,
Node 4 : pilih termin
Node 5 : IF kondisi pilihan menu = ”Y”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”T”, ke node 6
Node 6 : proses simpan
Node 7 : IF kondisi pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu = ”Y”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”T”, ke node 9
Node 9 : IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 10
Node 10 : return
Diketahui : N = 10
E = 12
CC = E – N + 2
= 12 – 10 + 2
= 4
Independenth Path = 4, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 3
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 10
Kesimpulan :
Karena CC = 4, Region = 4, Independent Path = 4, maka program dinyatakan benar.
11. Flowgraph Data Kontrak
Keterangan :
Node 1 : data kontrak
Node 2 : tampil form data kontrak
Node 3 : input kode proyek, nomor, deskripsi, tanggal
Node 4 : input biaya
Node 5 : tampil PPn, PPh
Node 6 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 7
Node 7 : proses simpan
Node 8 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 9
Node 9 : return
Diketahui : N = 9
E = 10
CC = E – N + 2
= 10 – 9 + 2
= 3
Independenth Path = 3, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9
Kesimpulan :
Karena CC = 3, Region = 3, Independent Path = 3, maka program dinyatakan benar.
12. Flowgraph Data Sub Kontrak
Keterangan :
Node 1 : data sub kontrak
Node 2 : tampil form data sub kontrak
Node 3 : input nama, kode, alamat, tanggal
Node 4 : input biaya
Node 5 : tampil PPh, PPn
Node 6 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 7
Node 7 : proses simpan
Node 8 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 9
Node 9 : return
Diketahui : N = 9
E = 10
CC = E – N + 2
= 10 – 9 + 2
= 3
Independenth Path = 3, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9
Kesimpulan :
Karena CC = 3, Region = 3, Independent Path = 3, maka program dinyatakan benar.
13. Flowgraph Laporan Daftar Tenaga Ahli
Keterangan :
Node 1 : daftar tenaga ahli
Node 2 : tampil form login
Node 3 : input user, password
Node 4 : Kondisi IF pilihan menu
Node 5 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu =”Y”, ke node 6
Node 6 : tampil daftar tenaga ahli
Diketahui : N = 6
E = 6
CC = E – N + 2
= 6 – 6 + 2
= 2
Independenth Path = 2, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 6
Kesimpulan :
Karena CC = 2, Region = 2, Independent Path = 2, maka program dinyatakan benar.
14. Flowgraph Laporan Pengguna Jasa
Keterangan :
Node 1 : laporan pengguna jasa
Node 2 : tampil form login
Node 3 : input user, password
Node 4 : Kondisi IF pilihan menu
Node 5 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu =”Y”, ke node 6
Node 6 : tampil laporan pengguna jasa
Diketahui : N = 6
E = 6
CC = E – N + 2
= 6 – 6 + 2
= 2
Independenth Path = 2, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 6
Kesimpulan :
Karena CC = 2, Region = 2, Independent Path = 2, maka program dinyatakan benar.
15. Flowgraph Laporan Sub Kontrak
Keterangan :
Node 1 : laporan sub kontrak
Node 2 : tampil form laporan sub kontrak
Node 3 : input kode sub kontrak
Node 4 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 5
Node 5 : proses print, preview
Node 6 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 7
Node 7 : stop
Diketahui : N = 7
E = 8
CC = E – N + 2
= 8 – 7 + 2
= 3
Independenth Path = 3, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7
Kesimpulan :
Karena CC = 3, Region = 3, Independent Path = 3, maka program dinyatakan benar.
16. Flowgraph Laporan Pengeluaran Kas
Keterangan :
Node 1 : laporan pengeluaran kas
Node 2 : tampil form laporan pengeluaran kas
Node 3 : input nomor proyek
Node 4 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 5
Node 5 : proses print, preview
Node 6 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 7
Node 7 : stop
Diketahui : N = 7
E = 8
CC = E – N + 2
= 8 – 7 + 2
= 3
Independenth Path = 3, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7
Kesimpulan :
Karena CC = 3, Region = 3, Independent Path = 3, maka program dinyatakan benar.
5.2 Rekapitulasi Hasil Pengujian Sistem
Dari hasil pengujian system yang kami lakukan, kami mendapatkan hasil sebagai berikut :
Flowgraph IR IP CC
Login 2 2 2
Sub Menu Utama 6 6 6
Sub File 6 6 6
Sub Menu Input 4 4 4
Sub Menu Proses 3 3 3
Sub Menu Laporan 5 5 5
Sub Menu Utilitas 4 4 4
Input Data Tenaga Ahli 4 4 4
Input Data Pengguna 4 4 4
Input Data Penerima 4 4 4
Input Data Kontrak 3 3 3
Input Data Sub Kontrak 3 3 3
Laporan Daftar Tenaga Ahli 2 2 2
Laporan Pengguna jasa 2 2 2
Laporan Sub Kontrak 3 3 3
Laporan Pengeluaran Kas 3 3 3
Total 58 58 58
BAB VI
SARAN DAN KESIMPULAN
6.1 Kesimpulan
Dari hasil pengujian dan pembahasan yang dibuat, maka telah dihasilkan suatu sistem informasi administrasi keuangan yang dapat disimpulkan dengan uraian seperti di bawah ini :
1. Dalam penggunaan sistem informasi administrasi keuangan yang berbasis visual dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, sehingga dapat diterapkan dalam melakukan pengolahan data khususnya pengolahan data administrasi keuangan.
2. Sistem informasi administrasi keuangan yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Foxpro 9.0 dapat mengolah data keuangan dengan baik dan menghasilkan informasi berupa laporan.
3. Dalam melakukan proses pegolahan data administrasi keuangan di butuhkan waktu yang cepat, sehingga laporan dapat segera diterima oleh pimpinan.
6.2 Saran
Setelah memahami, mengimplementasikan dan membandingkan sistem yang berjalan dengan sistem yang dibuat, agar memperoleh hasil yang lebih baik dalam pengolahan data proyek sebaiknya menggunakan aplikasi berbasis visual karena pengguanaannya mudah dan cepat.
Judul skripsi ini adalah “ Perancangan Sistem Informasi Administrasi Keuangan pada CV Wahidah Engineering Consultan Makassar “.
Perkembangan tehnologi dan informatika yang pesat mendorong masyarakat baik kelompok maupun perorangan dan instansi baik pemerintah maupun swasta untuk memanfaatkan pekembangan teknologi dan informatika tersebut. CV Wahidah bergerak pada bidang penyediaan consultan proyek yang dari hasil pengamatan penulis penyusunan informasi administrasi keuangannya masih menggunakan sistem manual yaitu Microsoft Excel. Hal ini menyebabkan masalah seperti kurang akuratnya pencatatan data administrasi keuangan.
Dari permasalahan di atas, maka dirasakan kebutuhan dan dukungan sistem inormasi sangat diperlukan, yakni sistem informasi yang tepat guna, akurat, relevan di dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
Sehubungan dengan hal itu maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang sistem informasi berbasis Visual sehingga dapat meningkatkan efisiensi kemudahan, kecepatan dan ketepatan data.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan tehnologi dan informatika yang pesat mendorong masyarakat baik kelompok maupun perorangan dan instansi baik pemerintah maupun swasta untuk memanfaatkan pekembangan teknologi dan informatika tersebut, terlebih lagi diera globalisasi seperti sekarang ini dimana komputer sudah menjadi kebutuhan pokok dalam setiap kegiatan/pekerjaan. Oleh karena itu, informasi menjadi bagian yang sangat penting apalagi untuk mendukung proses kerja administrasi dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dari birokrasi didalam menghadapi perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dengan cepat.
Selain manajemen perusahaan yang bagus, administrasi keuangan juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan kemajuan suatu perusahaan. Meskipun sampai saat ini administrasi keuangan mempunyai peranan yang penting tetapi ironisnya masih banyak kantor (pemerintah maupun swasta) yang tidak melakukan penataan/pengaturan keuangan dengan baik, seperti pada CV WahidahEngineering Consultant yang bagian administrasi keuangannya masih menggunakan sistem manual. Sistem yang berjalan masih menggunakan aplikasi Microsoft Office yaitu Microsoft Excel sebagai sarana pengetikan dalam proses penginputan, penambahan, pencarian dan penghapusan data bahkan masih terdapat data keuangan yang masih ditulis dalam buku, sehingga data dan informasi yang dihasilkan kurang efektif dan efisien selain itu data yang di input masih kurang terintegrasi dengan baik dan dalam pembuatan laporan keuangan masih lambat karena data yang diinput harus satu per satu dan dalam bentuk format yang berbeda –beda.
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka akan dibahas lebih lanjut dalam satu pokok pembahasan dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Administrasi Keuangan Pada CV WahidahEngineering Consultant Makassar”.
1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.2.1 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Merancang suatu program komputerisasi yang diharapkan mampu memberikan solusi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengolahan data khususnya dalam pengolahan data Administrasi keuangan.
1.2.2 Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Manfaat terhadap dunia akademik :
Sebagai bahan rujukan atau bahan studi bagi peneliti lain di bidang yang sama.
2. Manfaat terhadap instansi :
Diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi administrasi keuangan pada CV Wahidah Engineering Consultant Makassar.
3. Manfaat Bagi Penulis :
Menambah wawasan penulis dan dapat menyesuaikan teori yang didapatkan dengan realita yang di lapangan.
1.3 Pokok Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang telah di gambarkan di atas, maka penulis menetapkan pokok permasalahan yaitu : apakah dengan diterapkannya rancangan sistem informasi administrasi keuangan pada CV WahidahEngineering Consultant Makassar, proses pengolahan data administrasi keuangan sudah terintegrasi dengan baik dan informasi administrasi keuangan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.
1.4 Batasan Masalah
Agar pembahasan menjadi lebih terarah pada pokok permasalahan maka penulis membatasi masalah yaitu pengolahan data administrasi keuangan yaitu meliputi entry data kontrak, keuangan dan pengeluaran kas, pada CV Wahidah Engineering Consultant Makassar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kerangka Pikir
Untuk lebih memperjelas kerangka pikir yang akan disajikan maka digambarkan dalam bentuk diagram sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kerangka pikir
2.2 Pengertian Sistem, Informasi dan Sistem Informasi
Merancang suatu sistem, harus terlebih dahulu di mengerti mengenai arti dari sistem itu sendiri. Ada dua kelompok dalam mendefenisikan sistem yaitu pertama yang menekankan pada prosedurnya dan kedua yang menekankan pada komponen atau elemennya.
Menurut Jerry FitzGerald, Ardra F. FitzGerald, Warren D. Stallings, Jr., mendefenisikan sistem dengan menekankan pada prosedur yaitu: “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.” (Jogiyanto H.M., 1993:1). Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponen, menurut H. Kerzner, mendefinisikan sistem sebagai berikut: “Sistem adalah sekelompok komponen yang terdiri manusia dan atau bukan manusia (nonhuman) yang diorginisir dan diatur sedemikian rupa sehingga komponen – komponen tersebut dapat bertindak sebagai satu kesatuan dalam mencapai tujuan, sasaran bersama/hasil akhir.”
Dari kedua definisi di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa: Sistem adalah kumpulan bagian-bagian yang saling berinteraksi dan berhubungan baik prosedur maupun komponen dalam satu kesatuan yang saling bekerja sama di dalam mencapai suatu sasaran atau tujuan, artinya merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan.
Menurut Jogiyanto H.M (1993:15) yang dikutip dari Robert. I Verzella/John Reuter III informasi adalah kumpulan data yang relevan dan mempunyai arti yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan. Sedangkan berdasarkan kutipan dari Barry E. Cushing informasi menunjukkan hasil dari pengolahan data yang diorganisasikan dan berguna pada orang yang menerimanya.
Sistem informasi didefinisikan oleh Henry C. Lucas yang dikutip oleh Jogiyanto H.M (1993 : 18) sebagai berikut suatu sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedure-prosedure yang diorganisasikan, bila mana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi.
2.3 Perancangan Sistem
Menurut Burch, dikutip oleh Jogiyanto H.M (1993:20) memaparkan ”Perancangan sistem sebagai penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa/pengaturan atas beberapa elemen yang terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi”
Sedangkan menurut Scott, dikutip oleh Jogiyanto H.M (1993:23) memberikan definisi bahwa “Rancangan sistem adalah kegiatan untuk menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, tahap ini menyangkut mengkonfigurasikan komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras suatu sistem sehingga setelah instalasi atas sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem.
Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analisis telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut, tahap ini disebut dengan desain sistem (System Design) yaitu merancang sistem keluaran, masukan, pemrosesan, pengendalian, database dan platform teknologi. Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu desain sistem secara umum dan dan desain sistem secara terinci. Dalam Perancangan sistem ini kami menggunakan alat alat perancangan sistem yaitu : DAD/DFD, kamus data, rancangan input dan rancangan output
1. Diagram arus data ini digunakan untuk menggambarkan sistem yang peneliti usulkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik data mengalir dan lingkungan fisik data disimpan.
Tabel dibawah ini meupakan simbol-simbol yang digunakan pada diagram arus data:
Tabel 2.1 Simbol Diagram Arus Data
No. Simbol Penjelasan
01
Kesatuan luar adalah lingkungan luar sistem yang berupa orang memberikan input ataupun menerima output dari sistem.
02
Arus data adalah aliran data yang mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar.
03
Proses adalah kerja atau kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
04
Simpanan Data adalah merupakan simpanan data yang berupa file atau basis data.
2. Menurut Jogiyanto (1993:525) pengertian Kamus Data (KD) atau data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi, dengan kamus data, analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir pada sistem dengan lengkap.
3. Rancangan Input
Rancangan alat input terdiri atas dua golongan, yaitu : alat input langsung dan alat input tidak langsung. Alat input langsung merupakan alat input yang langsung dihubungkan dengan CPU, sedangkan alat input tidak langsung adalah alat input yang tidak langsung dihubungkan dengan CPU.
4. Output merupakan produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output ini dapat berupa hasil yang dikeluarkan di media keras (misalnya kertas, microfilm, dan lain-lain) dan output yang berupa hasil di media lunak (tampilan di layar), disamping itu output dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain dan tersimpan di suatu media seperti tape atau disk.
2.3.1 Analisis Sistem
Menurut Jogiyanto H.M. (1993:129), mendefenisikan analisis sistem adalah “Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya”.
Analisis sistem juga dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang untuk ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya
Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelumnya tahap desain sistem. Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting karena kesalahan dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan ditahap selanjutnya.
Dalam tahap analisis terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analisis sistem sebagai berikut :
1. Mengidenfikasi masalah
Suatu permasalahan perlu diidentifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui masalah-masalah apa yang ditemukan dan bagaimana cara mencari solusinya.
2. Memahami kerja dari sistem yang ada
Dengan melakukan penelitian terhadap objek yang akan diteliti mengenai sistem yang beropersi.
3. Menganalisis sistem
Bagaimana menganalisis pemasalahan-permasalahan terhadap sistem yang telah ada sebelumnya.
4. Laporan analisis
Dengan membuat laporan hasil analisis untuk dipakai sebagai rancangan selanjutnya.
2.4 Konsep Perancangan Database
Merancang database merupakan suatu hal yang sangat penting. Kesulitan utama dalam merancang database adalah bagaimana merancang sehingga database dapat memuaskan keperluan saat ini dan masa datang. Pada perancangan konseptual akan menunjukan entity dan relasinya berdasarkan proses yang diinginkan oleh organisasi. Ketika menentukan entity dan relasinya dibutuhkan analisis data tentang informasi yang ada dalam spesifikasi di masa mendatang. Pada perancangan model konseptual penekanan tinjauan dilakukan pada struktur data dan relasi antar file. Tidaklah perlu dipikirkan tentang terapan dan operasi yang akan dilakukan pada database (Harianto Kristanto, 1993:1).
Pendekatan yang dilakukan pada perancangan model konseptual adalah menggunakan model data relational.
Database adalah kumpulan file yang saling berkaitan. Pada model data relational hubungan antar file direlasikan dengan kunci relasi (relation key), yang merupakan kunci utama dari masing-masing file. Perancangan database yang tepat akan menyebabkan paket program relational akan bekerja secara optimal.
Entity Relationship adalah relasi antara dua file atau dua tabel dapat dikategorikan menjadi tiga macam. Demikian pula untuk membantu gambaran relasi secara lengkap terdapat juga tiga macam relasi dalam hubungan atribute dalam satu file.
2.5 Pengujian Sistem
Pengujian sistem dimaksudkan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada saat sistem diterapkan. Oleh karena itu, sebelum suatu program aplikasi diterapkan, maka program harus bebas terlebih dahulu dari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.
Untuk menguji program komputerisasi sistem informasi administrasi keuangan pada CV Wahidah Engineering Consultant Makassar., maka penulis menggunakan metode White Box yang merupakan metode perancangan Test Case yang menggunakan struktur kontrol dari perancangan prosedural dengan tujuan :
1. Untuk menjamin seluruh Independent Path di dalam modul yang dikerjakan yang lebih kecil.
2. Mengerjakan seluruh keputusan logika.
3. Mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya.
4. Mengerjakan seluruh struktur data enternal yang menjamin validitas.
Sedangkan metode pengujian yang digunakan untuk menguji program komputerisasi tersebut adalah metode basis path yang berguna untuk mendapatkan kompleksitas dari rancangan program prosedural. Untuk menghitung tingkat kekomplekan logika program, maka digunakan metode cyclomatic complexity (cc). Cyclomatic complexity (cc) adalah metrik perangkat lunak yang menyediakan ukuran kuantitatif dari kekomplekan logika suatu program.
Kompleksitas Siklomatis (Cylomatic Complexity) dapat dihitung dalam salah satu cara dari tiga cara yang ada sebagai berikut :
1. Jumlah region grafik alir (flowgraph) samadengan kompleksitas siklomatis.
2. Kompleksitas siklomatis, V(G), untuk grafik alir G ditentukan sebagai :
V(G) = E – N + 2, dimana E adalah jumlah edge grafik alir dan N adalah jumlah simpul garfik alir.
3. Kompleksitas siklomatis, V(G), untuk grafik alir G juga ditentukan sebagai :
V(G) = P + 1, dimana P adalah jumlah simpul predikat yang diisikan dalam grafik alir G.
2.6 Definisi Administrasi Keuangan
Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian, MPA, dikutip oleh Martono dan Agus Harjito (1998 : 2) secara ilmu administrasi adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dan memanfaatkan sarana dan prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna.
Administrasi secara sempit adalah berasal dari kata administratie (Belanda), meliputi kegiatan catat mencatat, surat menyurat, pembukuan ringan, ketik mengetik, agenda yang bersifat teknis ketatausahaan.
Administrasi secara luas adalah berasal dari kata administration (inggris), kegiatan dari pada kelompok yang mengadakan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Administrasi secara seni adalah yang dapat mendorong, menggairahkan dalam melaksanakan suatu aktifitas demi pencapaian tujuan. Dalam artian kita merasa enjoy dalam pelaksanaan suatu aktivitas sebagai tanggung jawab.
Menurut Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirjo administrasi adalah suatu bantuan kepada seseorang yang harus menunaikan tugas, jabatan / menjalankan suatu usaha tertentu.
Menurut Drs. A.W. Wijaya administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan kegiatan usaha kerja sama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Jadi administrasi keuangan adalah proses pengelolaan yang melibatkan semua kegiatan yang berhubungan dengan keuangan, pembuatan laporan keuangan dan pencapaian tujuan untuk kepentingan bersama.
2.6.1 Unsur-Unsur Administrasi
Menurut Martono dan Harjito Agus dalam ilmu administrasi terdapat beberapa unsur-unsur yang harus dipenuhi yaitu :
1. Organisasi
2. Manajemen
3. Komunikasi
4. Informasi
5. Personalia
6. Financial
7. Materi
8. Relasi pabrik
2.6.2 Prinsip-Prinsip Administrasi dalam Berorganisasi/Perusahaan
Menurut Martono dan harjito adapun prinsip-prinsip administrasi dalam berorganisasi/perusahaan yaitu sebagai berikut :
1. Adanya pembagian kerja
2. Adanya kewenangan
3. Adanya ketaatan, kesungguhan hati dan kesiagaan untuk menjalankan segala apa yang menjadi peraturan, perintah dalam melakukan organisasi
4. Adanya kesatuan pimpinan (satu komando)
5. Adanya kesatuan gerak, dalam melakukan setiap program kita harus mempunyai satu tujuan
6. Adanya kepentingan pribadi dalam organisasi, lebih mementingkan kepentingan umum
7. Prinsip bahwa personil harus mendapatkan penghargaan yang setimpal dan jasa-jasa yang mereka lakukan kepada organisasi secara adil.
2.7 Mengenal Ms. Visual Foxpro 9.0
Menurut Abduk Razaq Visual Foxpro merupakan salah satu aplikasi pengolah database yang menerapkan manajemen database relasional yang biasa disebut dengan RDBMS (Relational Database Management System) yang berorientasi objek dan memiliki kemampuan untuk membuat database dengan cepat. Program Microsoft Visual Foxpro terbaru ini adalah aplikasi yang dibuat berdasarkan versi Microsoft visual Foxpro sebelumnya. Dengan demikian Anda dapat mengkonversi file database atau Foxpro versi sebelumnya dan juga dapat menjalankan beberapa file dari versi Foxpro sebelumnya dengan mudah dan cepat. Contohnya Anda dapat mengkonversi file project atau komponen yang dibuat di dalam visual Foxpro versi sebelumnya dengan membukanya secara langsung atau mengkompilasi file tersebut di dalam aplikasi Microsoft Visual Foxpro terbaru.
2.7.1 Data, Informasi dan Database
Menurut Abdul Razaq Informasi merupakan data yang mempunyai arti tertentu. Data sendiri mempuyai pengertian sebagai suatu nilai mentah yang tidak mempunyai arti apa-apa, apabila data tersebut berdiri sendiri. Agar data tersebut mempunyai nilai informasi, maka data tersebut harus diolah dan dihubungkan dengan data lain dalam konteks tertentu.
Segala hal yang berhubungan dengan pengolahan data tersebut dikenal dengan databse. Satu database menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dalam suatu lingkup tertentu. Pada Visual Foxpro database tersebut diwujudkan sebagai suatu file. Satu file tersebut terdiri dari satu atau beberapa tabel dan tabel terbentuk atas field (kolom) dan record (baris).
Field terdiri dari beberapa data yang sejenis dan mempunyai nama (field name). Beberapa field yang berisi data tersebut membentuk suatu record dan akan memberikan informasi tertentu. Sedangkan beberapa record akan membentuk suatu file yang berupa tabel dan beberapa tabel ini akan membentuk suatu database. Maka dengan menggunakan Ms. Visual Foxpro data yang diolah dapat menjadi suatu informasi yang berarti bagi suatu perusahaan.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data sebagai dasar penelitian adalah keterangan sebagai bahan untuk kelengkapan data dan informasi meliputi :
1. Penelitian Kepustakaan
Yaitu pengumpulan data dengan cara membaca buku mengenai literatur dan buku lain yang bersifat ilmiah yang berhubungan dengan materi pembahasan.
2. Penelitian Lapangan (Field Research)
Yaitu kegiatan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data secara langsung dari objek penelitian melalui wawancara yaitu menanyakan berbagai informasi mengenai proses administrasi keuangan pada CV Wahidah Engineering Consultant Makassar.
Alat dan Bahan Penelitian
Bahan Penelitian
Adapun bahan yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu :
1 Perangkat lunak Microsoft Visual Foxpro versi 9.0
2. Data Flow Diagram (DFD) untuk menggambarkan tahap-tahap penyelesaian serta digunakan sebagai panduan dalam pembuatan program.
3. White Box digunakan untuk pengujian sistem.
3.2.2 Alat Penelitian
Pada penelitian ini penulis menggunakan Windows Xp Service Pack 1 sebagai sistem operasi. Adapun spesifikasi hardware yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
Spesifikasi PC yang digunakan adalah :
1. Motherboard Asuz P4V8X-X
2. Processor Pentium IV 2.8 GHz
3. Memory DDR 256 Gb
4. Harddisk 40 GByte
5. VGA Card 64 Mb
6. Sound Card Onboard
7. Monitor 15”
8. CD Rom 52 X
9. Floppy 1.44 Mb
10. Power Supply 350 Watt dan Stavolt 220 volt
11. Keyboard
12. Mouse Optical
13. Windows XP
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik yang dilakukan dalam memperoleh data tersebut adalah metode wawancara yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka antara pewawancara dan orang yang diwawancarai dengan menanyakan berbagai informasi berupa data dan proses administrasi keuangan kepada pihak yang terlibat langsung dalam proses tersebut.
3.4 Pertanyaan Peneltian
Adapun pertanyaan yang penulis siapkan dalam penelitian ini yaitu apakah dengan sistem informasi administrasi keuangan pada Cv Wahidah Engineering Consultan Makassar proses pengolahan data administrasi keuangan dapat terintegrasi dengan baik.
BAB IV
PERANCANGAN SISTEM
4.1 Sistem Informasi Yang Sedang Berjalan
4.2 Sistem Informasi Yang Diusulkan
4.3 Desain Model
4.3.1 Diagram Konteks
Diagram konteks adalah diagram yang menampilkan suatu proses yang bertujuan menggambarkan suatu sistem secara garis besar. Diagram tersebut menggambarkan proses yang berhubungan dengan lingkungannya, yang terdiri dari pihak luar atau lingkungan yang memberi input dan ada pihak yang menerima output sistem.
Adapun diagram konteks dari sistem yang diusulkan adalah sebagai berikut :
Diagram Konteks
4.3.2 Diagram Berjenjang
Diagram berjenjang komputerisasi dalam mendukung keputusan terhadap penetapan calon kontraktor (penyedia barang/jasa), dapat digambarkan pada gambar 4.4
Diagram Berjenjang
4.3.3 Diagram Arus Data
4.3.4 Kamus Data
Kamus data atau Data Dictionary (DD) adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dalam suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analis sistem dapat didefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Kamus data dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Pada tahap analisis, kamus data digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem. Pada tahap perancangan sistem, kamus data digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan database.
Adapun kamus data yang kami gunakan dalam perancangan sistem informasi pengolahan data pada CV Wahidah Engineering Consultant Makassar, sebagai berikut :
Tabel 4.1 Data Tenaga ahli
Data Umum Proyek
Nama file
Jenis file
Field kunci
Arus data
Struktur data :
:
:
: Data tenaga ahli
Master file
Kode_k
c – 1.1P – D1, D1 – 3.1P – e
No Field Nama Type Size Description
1 Kode_k varchar 6 Kode karyawan
2 Nama _k varchar 35 Nama karyawan
3 Alamat_k varchar 45 Alamat karyawan
4 Pekerjaan_k varchar 25 Pekerjaan karyawan
5 Keterangan varchar 25 Keterangan karyawan
6 No.telepon_k varchar 15 Nomor telepon karyawan
7 Jekel_k varchar 10 Jenis kelamin karyawan
Tabel 4.2 Data pengguna jasa
Data Umum Proyek
Nama file
Jenis file
Field kunci
Arus data
Struktur data :
:
:
: Data pengguna jasa
Master file
nomor
b – 1.2P – D2, D2 – 3.2P – e
No Field Nama Type Size Description
1 Kode Char 6 Kode pengguna
2 Tanggal Date 8 Tanggal
3 Nomor Char 35 Nomor
4 Nama Chart 25 Nama pengguna jasa
5 Bid_kerja Chart 20 Bidang kerja
6 Alamat Chart 35 Alamat pengguna jasa
7 Ket_ Memo 4 Keterangan
8 Lokasi Chart 50 Lokasi
9 Nkontrak Numeric 12 Nilai kontrak
10 Modal Chart 10 Modal
11 Biaya Chart 10 Biaya
Tabel 4.3 Data Sub kontrak
Data Umum Proyek
Nama file
Jenis file
Field kunci
Arus data
Struktur data :
:
:
: Data sub kontrak
Master file
nomor
b – 2.1P – D4
No Field Nama Type Size Description
1 Kode_s Chart 7 Kode sub kontrak
2 Nama Chart 50 Nama
3 Alamat Chart 50 Alamat
4 Tgl_kontrak Date 8 Tanggal kontrak
5 Nomor Chart 35 Nomor
6 Termin Chart 20 Temin
7 Bayar Numeric 12 Bayar
8 Ntermin Numeric 12 Nilai termin
9 Ppn Numeric 12 Ppn
10 Pph Numeric 12 Pph
11 kode Chart 6 Kode
Tabel 4.4 Data pengeluaran
Data Umum Proyek
Nama file
Jenis file
Field kunci
Arus data
Struktur data :
:
:
: Data pengeluaran
Master file
nomor
b – 2.1P – D6, D6 – 3.4P – e
No Field Nama Type Size Description
1 Tgl_keluar Date 8 Tanggal pengeluaran
2 Kode Chart 6 Kode
3 Deskrip Chart 50 Deskripsi
4 Termin Chart 15 Termin
5 Biaya Numeric 12 Biaya
6 Bayar Numeric 12 Bayar
7 Nsisa Numeric 12 Nilai sisa
8 Tgl_terima Date 8 Tanggal terima
4.3.5 Rancangan Output Secara Umum
Tabel 4.5 Daftar Output Yang Dirancang
No. Nama Output Format
Output Media
Output Keterangan
1
2
3
4
Lap tenaga ahli
Lap pengguna jasa
Lap Sub kontrak
Lap pengeluaran kas
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Kertas
Kertas
Kertas
Kertas
Laporan tenga ahli
Laporan pengguna jasa
Laporan Sub kontrak
Laporan pengeluaran kas
4.3.6 Rancangan Input Secara Umum
Tabel 4.6 Daftar Input Yang Dirancang
No. Nama Input Sumber Input Periode
1
2
3
Input data tenaga ahli
Input data pengguna jasa
Input data penerima jasa Keyboard/ mouse
Keyboard/ mouse
Keyboard/ mouse perproyek
Perproyek
Perproyek
4.3.7 Rancangan Sistem Terperinci
4.3.7.1 Rancangan Output
Laporan Daftar Tenaga Ahli
Laporan Pengguna Jasa
Laporan Sub Kontrak
Laporan Pengeluaran Kas
4.3.7.2 Rancangan Input Secara Terinci
Berikut ini adalah interface rancangan input dari sistem informasi administrasi keuangan pada Cv Wahidah Engineering Consultan Makassar.
1. Form input data tenaga ahli
2. Form input data penerima jasa
3. Form input data pengguna jasa
4. Form data sub kontrak
5. Form data kontrak
6. Form setup ID perusahaan
7. Form laporan tenaga ahli
8. Form laporan pengguna jasa
9. Form laporan sub kontrak
10. Form laporan pengeluaran
4.3.7.2 Rancangan Basis Data Secara Terinci
4.3.7.2.1 Relasi Antar Tabel
4.3.7.2.2 Struktur Tabel
No Field Nama Type Size Description
1 Kode_k varchar 6 Kode karyawan
2 Nama _k varchar 35 Nama karyawan
3 Alamat_k varchar 45 Alamat karyawan
4 Pekerjaan_k varchar 25 Pekerjaan karyawan
5 Keterangan varchar 25 Keterangan karyawan
6 No.telepon_k varchar 15 Nomor telepon karyawan
7 Jekel_k varchar 10 Jenis kelamin karyawan
No Field Nama Type Size Description
1 Kode Char 6 Kode pengguna
2 Tanggal Date 8 Tanggal
3 Nomor Char 35 Nomor
4 Nama Chart 25 Nama pengguna jasa
5 Bid_kerja Chart 20 Bidang kerja
6 Alamat Chart 35 Alamat pengguna jasa
7 Ket_ Memo 4 Keterangan
8 Lokasi Chart 50 Lokasi
9 Nkontrak Numeric 12 Nilai kontrak
10 Modal Chart 10 Modal
11 Biaya Chart 10 Biaya
No Field Nama Type Size Description
1 Kode_s Chart 7 Kode sub kontrak
2 Nama Chart 50 Nama
3 Alamat Chart 50 Alamat
4 Tgl_kontrak Date 8 Tanggal kontrak
5 Nomor Chart 35 Nomor
6 Termin Chart 20 Temin
7 Bayar Numeric 12 Bayar
8 Ntermin Numeric 12 Nilai termin
9 Ppn Numeric 12 Ppn
10 Pph Numeric 12 Pph
11 kode Chart 6 Kode
No Field Nama Type Size Description
1 Tgl_keluar Date 8 Tanggal pengeluaran
2 Kode Chart 6 Kode
3 Deskrip Chart 50 Deskripsi
4 Termin Chart 15 Termin
5 Biaya Numeric 12 Biaya
6 Bayar Numeric 12 Bayar
7 Nsisa Numeric 12 Nilai sisa
8 Tgl_terima Date 8 Tanggal terima
No Field Nama Type Size Description
1 Tgl_terima Date 8 Tanggal pengeluaran
2 Kode Chart 6 Kode
3 Nomor Chart 35 Nomor
4 Termin Chart 15 Termin
5 Bayar Numeric 12 Bayar
6 Ntermin Numeric 12 Nilai termin
7 Nkontrak Numeric 12 Nilai kontrak
8 Biaya Numeri 12 Biaya
9 ket Chart 20 Keterangan
No Field Nama Type Size Description
1 User_ID Chart 15 User ID
2 Username Chart 25 User name
3 Pass Chart 15 Password
4 Hak Chart 1 Hak
BAB V
PENGUJIAN SISTEM
5.1 Hasil Pengujian Sistem
1. Flowgraph login
Keterangan :
Node 1 : mulai
Node 2 : tampil form login
Node 3 : input user, password
Node 4 : Kondisi IF pilihan menu
Node 5 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu =”Y”, ke node 6
Node 6 : aktif menu
Diketahui : N = 6
E = 6
CC = E – N + 2
= 6 – 6 + 2
= 2
Independenth Path = 2, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 6
Kesimpulan :
Karena CC = 2, Region = 2, Independent Path = 2, maka program dinyatakan benar.
2. Flowgraph Menu utama
Keterangan :
Node 1 : Mulai
Node 2 : Tampil pilihan menu
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 9
Node 9 : kondisi IF pilihan menu
Node 10 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 11
Node 11 : kondisi IF pilihan menu
Node 12 : IF pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 13
Node 13 : return
Diketahui : N = 13
E = 17
CC = E – N + 2
= 17 – 13 + 2
= 6
Independenth Path = 6, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 8 – 2
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 10 – 2
Path 5 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11 – 12 – 2
Path 6 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11 – 13
Kesimpulan :
Karena CC = 6, Region = 6, Independent Path = 6, maka program dinyatakan benar.
3. Flowgraph Menu File
Keterangan :
Node 1 : menu file
Node 2 : Tampil pilihan menu file
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 9
Node 9 : kondisi IF pilihan menu
Node 10 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 11
Node 11 : kondisi IF pilihan menu
Node 12 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 13
Node 13 : return
Diketahui : N = 13
E = 17
CC = E – N + 2
= 17 – 13 + 2
= 6
Independenth Path = 6, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 8 – 2
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 10 – 2
Path 5 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11 – 12 – 2
Path 6 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11 – 13
Kesimpulan :
Karena CC= 6, Region= 6, Independent Path= 6, maka program dinyatakan benar.
4. Flowgraph Menu Input
Keterangan :
Node 1 : Menu input
Node 2 : Tampil pilihan menu input
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 9
Node 9 : return
Diketahui : N = 9
E = 11
CC = E – N + 2
= 11 – 9 + 2
= 4
Independenth Path = 4, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 8 – 2
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9
Kesimpulan :
Karena CC = 4, Region = 4, Independent Path = 4, maka program dinyatakan benar.
5. Flowgraph Menu Proses
Keterangan :
Node 1 : Menu proses
Node 2 : Tampil pilihan menu proses
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : return
Diketahui : N = 7
E = 8
CC = E – N + 2
= 8 – 7 + 2
= 3
Independenth Path = 3, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7
Kesimpulan :
Karena CC = 3, Region = 3, Independent Path = 3, maka program dinyatakan benar.
6. Flowgraph Laporan
Keterangan :
Node 1 : menu Laporan
Node 2 : Tampil pilihan menu laporan
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 9
Node 9 : kondisi IF pilihan menu
Node 10 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 11
Node 11 : return
Diketahui : N = 11
E = 14
CC = E – N + 2
= 14 – 11 + 2
= 5
Independenth Path = 5, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 8 – 2
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 10 – 2
Path 5 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11
Kesimpulan :
Karena CC = 5, Region = 5, Independent Path = 5, maka program dinyatakan benar.
7. Flowgraph Utilitas
Keterangan :
Node 1 : Menu utilitas
Node 2 : Tampil pilihan menu utilitas
Node 3 : kondisi IF pilihan menu
Node 4 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 5
Node 5 : kondisi IF pilihan menu
Node 6 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 7
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 2, IF pilihan menu =”Y”, ke node 9
Node 9 : return
Diketahui : N = 9
E = 11
CC = E – N + 2
= 11 – 9 + 2
= 4
Independenth Path = 4, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 2
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 2
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 8 – 2
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 5 – 7 – 9
Kesimpulan :
Karena CC = 4, Region = 4, Independent Path = 4, maka program dinyatakan benar.
8. Flowgraph Data Tenaga Ahli
Keterangan :
Node 1 : data tenaga ahli
Node 2 : tampil form input data tenaga ahli
Node 3 : input kode, nama, alamat, pekerjaan dan no. Tlp
Node 4 : pilih jenis kelamin dan keterangan
Node 5 : kondisi IF pilihan menu, IF pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 6
Node 6 : proses simpan
Node 7 : kondisi IF pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu = ”Y”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”T”, ke node 9
Node 9 : IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 10
Node 10 : return
Diketahui : N = 10
E = 12
CC = E – N + 2
= 12 – 10 + 2
= 4
Independenth Path = 4, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 3
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 10
Kesimpulan :
Karena CC = 4, Region = 4, Independent Path = 4, maka program dinyatakan benar.
9. Flowgraph Input Data Pengguna
Keterangan :
Node 1 : data pengguna
Node 2 : tampil form input data pengguna
Node 3 : input kode, nama , lokasi , nilai kontrak
Node 4 : pilih bidang kerja
Node 5 : kondisi IF pilihan menu, IF pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 6
Node 6 : proses simpan
Node 7 : IF kondisi pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu = ”Y”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”T”, ke node 9
Node 9 : IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 9
Node 10 : return
Diketahui : N = 10
E = 12
CC = E – N + 2
= 12 – 10 + 2
= 4
Independenth Path = 4, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 3
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 10
Kesimpulan :
Karena CC = 4, Region = 4, Independent Path = 4, maka program dinyatakan benar.
10. Flowgraph Input Data Penerima
Keterangan :
Node 1 : data penerima
Node 2 : tampil form input data penerima
Node 3 : input kode proyek, nama, ntermin,
Node 4 : pilih termin
Node 5 : IF kondisi pilihan menu = ”Y”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”T”, ke node 6
Node 6 : proses simpan
Node 7 : IF kondisi pilihan menu
Node 8 : IF kondisi pilihan menu = ”Y”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”T”, ke node 9
Node 9 : IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 10
Node 10 : return
Diketahui : N = 10
E = 12
CC = E – N + 2
= 12 – 10 + 2
= 4
Independenth Path = 4, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 3
Path 4 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 9 – 10
Kesimpulan :
Karena CC = 4, Region = 4, Independent Path = 4, maka program dinyatakan benar.
11. Flowgraph Data Kontrak
Keterangan :
Node 1 : data kontrak
Node 2 : tampil form data kontrak
Node 3 : input kode proyek, nomor, deskripsi, tanggal
Node 4 : input biaya
Node 5 : tampil PPn, PPh
Node 6 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 7
Node 7 : proses simpan
Node 8 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 9
Node 9 : return
Diketahui : N = 9
E = 10
CC = E – N + 2
= 10 – 9 + 2
= 3
Independenth Path = 3, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9
Kesimpulan :
Karena CC = 3, Region = 3, Independent Path = 3, maka program dinyatakan benar.
12. Flowgraph Data Sub Kontrak
Keterangan :
Node 1 : data sub kontrak
Node 2 : tampil form data sub kontrak
Node 3 : input nama, kode, alamat, tanggal
Node 4 : input biaya
Node 5 : tampil PPh, PPn
Node 6 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 7
Node 7 : proses simpan
Node 8 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 9
Node 9 : return
Diketahui : N = 9
E = 10
CC = E – N + 2
= 10 – 9 + 2
= 3
Independenth Path = 3, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9
Kesimpulan :
Karena CC = 3, Region = 3, Independent Path = 3, maka program dinyatakan benar.
13. Flowgraph Laporan Daftar Tenaga Ahli
Keterangan :
Node 1 : daftar tenaga ahli
Node 2 : tampil form login
Node 3 : input user, password
Node 4 : Kondisi IF pilihan menu
Node 5 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu =”Y”, ke node 6
Node 6 : tampil daftar tenaga ahli
Diketahui : N = 6
E = 6
CC = E – N + 2
= 6 – 6 + 2
= 2
Independenth Path = 2, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 6
Kesimpulan :
Karena CC = 2, Region = 2, Independent Path = 2, maka program dinyatakan benar.
14. Flowgraph Laporan Pengguna Jasa
Keterangan :
Node 1 : laporan pengguna jasa
Node 2 : tampil form login
Node 3 : input user, password
Node 4 : Kondisi IF pilihan menu
Node 5 : IF kondisi pilihan menu =”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu =”Y”, ke node 6
Node 6 : tampil laporan pengguna jasa
Diketahui : N = 6
E = 6
CC = E – N + 2
= 6 – 6 + 2
= 2
Independenth Path = 2, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 6
Kesimpulan :
Karena CC = 2, Region = 2, Independent Path = 2, maka program dinyatakan benar.
15. Flowgraph Laporan Sub Kontrak
Keterangan :
Node 1 : laporan sub kontrak
Node 2 : tampil form laporan sub kontrak
Node 3 : input kode sub kontrak
Node 4 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 5
Node 5 : proses print, preview
Node 6 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 7
Node 7 : stop
Diketahui : N = 7
E = 8
CC = E – N + 2
= 8 – 7 + 2
= 3
Independenth Path = 3, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7
Kesimpulan :
Karena CC = 3, Region = 3, Independent Path = 3, maka program dinyatakan benar.
16. Flowgraph Laporan Pengeluaran Kas
Keterangan :
Node 1 : laporan pengeluaran kas
Node 2 : tampil form laporan pengeluaran kas
Node 3 : input nomor proyek
Node 4 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 5
Node 5 : proses print, preview
Node 6 : kondisi IF pilihan menu, IF kondisi pilihan menu = ”T”, berulang ke node 3, IF pilihan menu = ”Y”, ke node 7
Node 7 : stop
Diketahui : N = 7
E = 8
CC = E – N + 2
= 8 – 7 + 2
= 3
Independenth Path = 3, yaitu :
Path 1 = 1 – 2 – 3 – 4 – 3
Path 2 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 3
Path 3 = 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7
Kesimpulan :
Karena CC = 3, Region = 3, Independent Path = 3, maka program dinyatakan benar.
5.2 Rekapitulasi Hasil Pengujian Sistem
Dari hasil pengujian system yang kami lakukan, kami mendapatkan hasil sebagai berikut :
Flowgraph IR IP CC
Login 2 2 2
Sub Menu Utama 6 6 6
Sub File 6 6 6
Sub Menu Input 4 4 4
Sub Menu Proses 3 3 3
Sub Menu Laporan 5 5 5
Sub Menu Utilitas 4 4 4
Input Data Tenaga Ahli 4 4 4
Input Data Pengguna 4 4 4
Input Data Penerima 4 4 4
Input Data Kontrak 3 3 3
Input Data Sub Kontrak 3 3 3
Laporan Daftar Tenaga Ahli 2 2 2
Laporan Pengguna jasa 2 2 2
Laporan Sub Kontrak 3 3 3
Laporan Pengeluaran Kas 3 3 3
Total 58 58 58
BAB VI
SARAN DAN KESIMPULAN
6.1 Kesimpulan
Dari hasil pengujian dan pembahasan yang dibuat, maka telah dihasilkan suatu sistem informasi administrasi keuangan yang dapat disimpulkan dengan uraian seperti di bawah ini :
1. Dalam penggunaan sistem informasi administrasi keuangan yang berbasis visual dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, sehingga dapat diterapkan dalam melakukan pengolahan data khususnya pengolahan data administrasi keuangan.
2. Sistem informasi administrasi keuangan yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Foxpro 9.0 dapat mengolah data keuangan dengan baik dan menghasilkan informasi berupa laporan.
3. Dalam melakukan proses pegolahan data administrasi keuangan di butuhkan waktu yang cepat, sehingga laporan dapat segera diterima oleh pimpinan.
6.2 Saran
Setelah memahami, mengimplementasikan dan membandingkan sistem yang berjalan dengan sistem yang dibuat, agar memperoleh hasil yang lebih baik dalam pengolahan data proyek sebaiknya menggunakan aplikasi berbasis visual karena pengguanaannya mudah dan cepat.
Langganan:
Postingan (Atom)
